persamaan bahasa indonesia dan jepang
Terjemahanbahasa jepang membuat persamaan adalah ムンブアッ プルサマアン. Ingin tahu bahasa Jepang dari kata berawalan membuat persamaan , temukan jawabannya di JStudy, media belajar bahasa Jepang online. Beranda; Kamus; Vocab; Kanji Name; Konversi. Konversi Angka. Kanji Angka → Angka
Dukungpenulis Indonesiana untuk terus berkarya. 1.Persamaan dan perbedaannya. Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan
2 Ragam Bahasa. Bahasa Jepang dikenal dengan keragaman bahasa karena memiliki beberapa tingkatan dalam penggunaannya. Jadi, saat berbicara dalam bahasa Jepang, kamu harus tahu penggunaan kalimat untuk komunikasi dengan orang yang lebih tua dan teman sebaya. Berbeda halnya dengan bahasa Indoensia yang tidak mengenal tingkatan penggunaan bahasa. 4.
KalauIndonesia warna merah dan putihnya sama-sama persegi panjang, sedangkan bendera jepang warna merahnya berbentuk bulat. Gempa. Persamaan dua Negara ini selanjutnya adalah gempa bumi. Indonesia dan jepang cukup sering terkena guncangan gempa bumi. Yang paling diingat oleh seluruh dunia adalah kejadian gempa luar biasa yang menyebabkan
Site De Rencontre Francais Pour Mariage. Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1958. Keduanya adalah dua negara Asia yang memiliki hubungan sejarah, ekonomi, dan politik. Kedua negara mengalami masa sulit dalam Perang Dunia II ketika Hindia Belanda saat itu diduduki Tentara Kekaisaran Jepang selama tiga setengah tahun. [1] Jepang adalah mitra dagang utama Indonesia. Jepang merupakan mitra ekspor terbesar Indonesia dan juga merupakan donor utama bantuan pembangunan ke Indonesia melalui Japan International Cooperation Agency. Indonesia adalah pemasok penting sumber daya alam seperti gas alam cair ke Jepang. Kedua negara tersebut merupakan anggota G20 dan APEC. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 11 eibu ekspatriat Jepang sedangkan di Jepang terdapat sekitar 24 ribu warga negara Indonesia yang bekerja dan mengikuti pelatihan. Iklan Indonesia memiliki kedutaan besar di Tokyo dan konsulat di Osaka. Jepang memiliki kedutaan besar di Jakarta, Konsulat Jenderal di Surabaya, dan Konsulat di Medan, Denpasar, Makassar. Menurut Polling BBC World Service 2014, 70% orang Indonesia memandang pengaruh Jepang secara positif, dengan 14% menyatakan pandangan negatif, menjadikan Indonesia salah satu negara paling pro-Jepang di dunia. Ada banyak kesamaan budaya antara budaya kuno Indonesia dan Jepang. Misalnya, kuil Bali dan kuil Jepang 1 Matsuri festival Jepang sangat mirip dengan Indonesia Bali sehingga orang dapat bertanya-tanya apakah salah satunya tidak ditiru dari yang lain. Selama kremasi di Bali, jenazah diangkut di kuil portabel, mirip dengan cara orang Jepang membawa mikoshi mereka. Pemakaman di Bali sangat menyenangkan dan orang-orang mengayunkan kuil portabel di jalan-jalan dan membuat suara keras untuk menakut-nakuti roh jahat. 2. Rumah Jepang dan Bali memiliki dinding yang mengelilinginya, awalnya dimaksudkan untuk mencegah roh jahat menembus properti. 3. Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama nama depan sering memilih kata-kata yang melambangkan arti yang baik, sebagai doa agar anak menjadi jalan hidup yang baik. 4. Senioritas sangat penting dalam segala bidang baik di Jepang maupun di Indonesia Selain itu, di Jepang, Anda harus melepas sepatu Anda sebelum masuk ke rumah Anda atau rumah teman Anda. Dan di Indonesia, juga ada budaya yang sama. Jika Anda datang ke rumah Indonesia mana pun di negara ini, Anda diharapkan melepas sepatu Anda dan masuk ke rumah dengan sepatu Anda dianggap tidak sopan di Indonesia. Di Jepang, ketika mereka tidak setuju dengan Anda, mereka cenderung tidak akan mengatakannya di depan Anda. Kami juga melakukan hal yang sama di sini di Indonesia. Jika kami tidak setuju dengan Anda, kami juga tidak akan mengatakannya di depan Anda. Katakanlah Anda mencoba meminta seorang gadis Indonesia untuk pergi keluar dan dia tidak menginginkannya, dia tidak akan mengatakan tidak di depan Anda tetapi dia akan berkata "Saya lagi sibuk atau mungkin lain kali". Orang Jepang menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat dengan membungkuk dan orang Indonesia juga menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat tetapi kami tidak membungkuk seperti orang Jepang untuk menunjukkan rasa hormat kami. Ada beberapa kesamaan budaya. Saya bisa menyebutkan beberapa kesamaan antara Jawa, sebagai bagian dari Indonesia dan Jepang. - Keduanya adalah orang Mongoloid Asia. Ini bukan kesamaan budaya, keduanya bisa menjelaskan kesamaan di kedua budaya. - Kedua orang tersebut dikenal karena kesopanannya. - Kedua orang itu agak tertutup. - Kedua budaya menghindari konfrontasi, keduanya berusaha menjaga keharmonisan, dan menghindari orang lain kehilangan muka. - Kedua bahasa tersebut, yaitu bahasa Jawa dan Jepang, menggunakan sebutan kehormatan dan bahasa humilifik. - Kedua budaya itu hierarkis. - Beras memainkan peran penting dalam kedua budaya tersebut. - Kedua negara itu adalah pulau. - Orang Jawa adalah orang Austronesia, sedangkan orang Jepang mungkin memiliki populasi substrat Austronesia. Ada beberapa kata pinjaman Austronesia dalam bahasa Jepang. Pada 80 tahun yang lalu, tanggal 08 Desember 1941, Indonesia mempunyai perselisihan dengan Jepang. Perselisihan itu terjadi untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang seperti minyak bumi, timah, dan alumunium. Pada tanggal 17 Agustus 1945, kedua negara tersebut sudah membaik dan dinyatakan telah selesai. Namun, di setiap negara pastinya ada budaya yang memiliki indentitas masing-masing yang dapat dikembangkan dan dilestarikan. Untuk memperjelas berikut ini merupakan contoh budaya secara singkat antara kedua negara. Dengan keunikan yang berbeda di dalam kedua negara tersebut, pasti ada beberapa yang bisa kalian lakukan saat berkunjung bersama keluarga, teman, dan pasangan. Bisa dilihat dari berbagai sisi untuk membedakan antara kedua negara ini. Ikuti tulisan menarik Gayo Prank lainnya di sini.
Abstract Kata Kunci Analisis Kontrastif, Peribahasa, Orang Manusia di negara manapun membutuhkan bahasa sebagai alat komunikasi sehari-hari. Seringkali pada saat manusia berkomunikasi terselip ungkapan-ungkapanperibahasa untuk memperhalus maksud kepada lawan bicara. Karena masing-masing negara memiliki budaya dan bahasa yang berbeda-beda, maka peribahasa yang dimiliki juga berbeda. Begitu pula dengan Negara Jepang dan Indonesia. Meskipun antara Jepang dan Indonesia memiliki peribahasa yang berbeda, namun jika diteliti lebih mendalam terdapat persamaan. Persamaan tersebut terlihat pada makna kiasan yang peribahasa Jepang maupun Indonesia memiliki berbagai macam unsur, antara lain adalah unsur binatang, tumbuhan, benda mati, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini unsur yang digunakan adalah unsur “orang”. Unsur “orang” ini digunakan karena peneliti ingin secara langsung mengetahui kata “orang” ini digunakan dalam peribahasa. Sekaligus agar lebih mengetahui karakter orang Jepang dan Indonesia di dalam sebuah peribahasa. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui peribahasa Jepang yang menggunakan kata “orang” hito yang memiliki persamaan arti dengan peribahasa Indonesia, 2 mengetahui jenis-jenis peribahasa Jepang dan Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito, dan 3 mengetahui perbedaan antara peribahasa Jepang dengan peribahasa Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito berdasarkan makna penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis deskriptif. Peneliti juga menggunakan analisis kontrastif untuk mencari persamaan dan perbedaan antara peribahasa Jepang dan Indonesia yang menggunakan kata “orang” hito berdasarkan makna leksikal dan makna data yang digunakan adalah berupa kamus-kamus peribahasa Jepang penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 21 peribahasa Jepang yang menggunakan kata “orang” hito yang memiliki persamaan arti dengan peribahasa Indonesia. Selanjutnya, jenis-jenis peribahasa Jepang dibagi menjadi tiga bagian yaitu, berdasarkan naiyou isi, bunkei bentuk kalimat, dan hyougen cara pengungkapan. Sedangkan jenis peribahasa Indonesia dibagi menjadi empat yakni, pepatah, Perumpamaan, idiom ungkapan, dan pemeo. Selain itu, terdapat perbedaan antara kedua peribahasa tersebut khususnya perbedaan pada makna leksikalnya. Perbedaan tersebut tentu dipengaruhi oleh perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Percaya gak kalau Jawa dan Jepang itu sedenyut dan sealiran darah? Maksudnya, ada banyak persamaan baik dalam bahasa maupun cara pikirnya, setidaknya dalam pandanganku sebagai native Jawa yang saat ini sedang mendalami Jowo yang belajar bahasa Jepang pada awalnya pasti merasakan beberapa kemiripan antara Jepang dan Jawa ini. Misalnya, dalam hal hurufnya yang berbunyi sesuai dengan mora atau jumlah ketukan. Dalam pengajaran Bahasa Jepang tingkat awal, secara mudahnya huruf Bahasa Jepang di istilahkan dengan 「あかさたな」 "A, Ka, Sa, Ta, Na", untuk lebih memudahkan masuk dalam otak orang Jawa. karena ada kemiripan bunyi dalam huruf Bahasa Jawa "Ha Na Ca Ra Ka". Keduanya dituliskan tanpa spasi dan juga masing-masing memiliki "huruf dasar" yang kemudian ada beberapa perubahan untuk variasi bunyinya yang lain. Bedanya, huruf dalam Bahasa Jawa ini berasal dari suatu legenda "Aji saka". Sedangkan huruf kana bahasa Jepang dari huruf kanji yang dengan cara pikir antara Jawa dan Jepang ini aku tersadar, saat aku berkumpul dengan keluarga besar yang hampir semuanya orang Jawa saat mudik hari Raya tempo hari. Beberapa peristiwa yang tertangkap mata dan telingaku saat berkumpul dengan keluarga besar hal pemakaian bahasa halus dan gesture santun ini secara tidak sadar satu-satunya anak laki-lakiku menyadarkan aku kalau Jawa dan Jepang ini mirip. Maklum anak laki-laki, biasanya kasar dalam tingkah laku dan bahasa, apalagi dibesarkan dalam lingkungan Suroboyo-an. Dia meninggalkan Surabaya belum genap berusia 15 tahun. Dan semua orang, aku kira akan maklum jika dia berlaku kurang sopan dalam kacamata wong Jowo asli. Suatu saat semuanya sedang duduk santai di bawah. Anak laki-laki ku harus melewati eyang bulik, eyang Ti, pak de, dan tantenya. Sangat mengejutkan mereka semua, karena dia mengangkat salah satu tangannya di depan hidung, tanda meminta ijin untuk lewat melangkahi orang-orang yang lebih tua yang sadang leyehan duduk di bawah. Spontan eyang bulik adik ibuku berujar, “Wah hebat koe le, suwi neng Jepang kok isih eling adat Jowo”Aku sempat tertegun, anakku langsung berucap, “Tidak eyang bulik, yang saya lakukan itu ya seperti biasanya anak-anak Jepang jika ingin minta jalan untuk lewat”Ya, memang dalam adat Jepang, meminta jalan itu dinyatakan dengan bahasa tubuh mengangkat sebelah tangan di depan hidung. Sedangkan adat Jawa, menyulurkan tangan ke bawah. Baik dalam Jawa dan Jepang disertai dengan gesture sedikit membungkukan badan sedikit. Dalam bahasa Jawa disertai ucapan “nuwun sewu”, sedangkan dalam bahasa Jepang disertai ucapan ”sumimasen”Minggu lalu saat diskusi dengan teman di kampus, smsku yang aku kirim untuk anak secara tidak sengaja, sempat terbaca teman kampus. Waktu itu aku cuman tulis "iyo". Eehh... si teman cewek Jepang itu nanya, 「いよ」ってインドネシア語?日本語と似ているね "iyo" tte Indonesiago? Nihongo to niteiru ne emang itu Bahasa Indonesia? Mirip banget bahasa Jepang ya. Ya jelas ajalah si teman itu penasaran setengah mati, karena memang dalam bahasa Jepang ada 良いよii yo, yang biasa diartikan "Boleh kok, silakan" dalam ragam bahasa non formal, dalam formalnya berbunyi 良いですよii desu ragam bahasa formal dan non formal, ada juga lho kemiripan antara Bahasa Kromo, bahasa Jawa, dan 敬語keigo, ragam Bahasa Halus, bahasa Jepang, tetapi pemakaiannya berbeda, saling bertolak belakang. Katanya di antara bahasa-bahasa yang ada di Asia yang memiliki ragam Bahasa Halus, hanya bahasa Jepang yang berbeda. Untuk menentukan seseorang memakai Bahasa Halus ini baik dalam bahasa Jepang maupun Bahasa Jawa, di tentukan dengan cara mempertimbangan posisi diri dan lawannya. Dalam Bahasa Jepang jika lawanya dianggap 'orang luar', maka untuk membicarakan sesama 'orang dalam' 身内 Miuchi, dipakai 謙譲語 kenjogo Bahasa kromo inggil versi Bahasa Jepang untuk merendahkan diri. Beda akan halnya Bahasa Jawa, tidak memperdulikan yang dibicarakan itu "orang dalam" atau bukan, yang terpenting adalah orang yang dibicarakan itu lebih tua dalam usia kalender atau lebih dituakan dalam konteks status sosial masyarakat. Inilah bedanya, memang cukup membinggungkan pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia terutama orang Jawa karena titik tolak berpikirnya adat Jawa ada hitungan weton, di Jepang juga ada lhoo, tapi jumlahnya 6, di sebut 六曜, bukan lima seperti di Jawa. Sepertinya menghitungnya juga berbeda. Kalau dalam adat Jawa ada pon, wage, kliwon, legi, pahing. Sedangkan adat Jepang ada 先勝senshou, 友引 tomobiki, 先負senbu, 赤口akakuchi, 大安 taian, 仏滅 memiliki makna yang beda. Misalnya jika akan melakukan upacara kremasi jenazah, pasti dihindari hari 友引 tomobiki, karena memiliki 'menarik teman'. Jadi harus ditunda, tetapi beda untuk menentukan hari pernikahan 友引 tomobiki, dan 大安 taian'keselamatan besar' merupakan hari baik. Juga pada saat pindahan jika harinya jatuh pada 先勝senshou, maka pindahannya dilakukan sejak pagi, karena jika lewat siang hari bukan merupakan saat yang baik, berlawanan dengan 先負senbu, pindahannya dimulai pada sore sekelumit Jawa dan Jepang yang ternyata sedenyut senadi. Pada beberapa bagian sama, tetapi karena sudut pandang beda, yang berbalik maknapun juga ada. Kalau tidak mendapatkan informasi yang cukup, pastilah akan kebolak balik memakainya. Misalnya jika pembelajar bahasa Jepang yang orang Jawa itu, suatu saat bekerja di suatu perusahaan besar Jepang dan waktu terima telpon dia membahasakan bosnya dengan Bahasa Kromo Inggil yang terinterferensi cara pikir Jawa, bisa runyam. Dalam adat Jawa, si Boss harus dituakan dan biasanya dari status sosial masyarakatnya jelas si bossnya itu lebih tinggi dari si penelpon, jadi harus memakai Kromo Inggil. Tetapi dalam bahasa Jepang, berbalik. Jadi kalau dia waktu menelpon itu memakai cara pikir Jawa, bisa-bisa dia dipecat, dianggap tidak sopan telah mencemarkan perusahaan karena tidak merendah diri terhadap lawan perusahaan lain. Suatu keharusan memakai bahasa yang merendah serendah-rendahnya karena lawannya adalah 'orang luar'. Tidak peduli kedudukan si penelpon hanyalah seorang pegawai rendahan sekalipun dalam perusahaannya. Sedangkan orang yang dibicarakan adalah Boss besarnya. Jawa dan Jepang, yang sedenyut senadi, tapi juga tak sejalur sealiran. Hanya diperlukan kesadaran untuk terus mencari sebuah informasi untuk bisa berinteraksi yang bernuah manis harmonis bagi pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia atau pun pemerhati budaya Indonesia orang Jepang. Lihat Sosbud Selengkapnya
Contents1. 1. Susunan ☆Bahasa ☆Bahasa Jepang2. 2. Penentuan Unsur Kata Benda dalam ☆Bahasa ☆Bahasa Jepang3. 3. Kata yang menerangkan dan ☆Bahasa ☆Bahasa Perbandingan MD vs DM4. 4. Perubahan Bentuk Kata ☆Bahasa ☆Bahasa Jepang5. 5. Perubahan Bentuk Kata ☆Bahasa ☆Bahasa Jepang6. 6. Ragam ☆Bahasa ☆Bahasa Jepang 1. Susunan Kalimat ☆Bahasa Indonesia Struktur Fixed S + P + O + K Penjelasan Pada dasarnya, susunan kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas urutan Subjek + Predikat + Objek + Keterangan. Contoh Bahasa Indonesia Fixed S + P + O + K ☆Bahasa Jepang Struktur Fleksibel unsur1 + unsur2 + unsur3… + P Penjelasan Susunan kalimat dalam bahasa Jepang fleksibel bebas, asal predikatnya diletakkan pada akhir kalimat. Contoh Bahasa Jepang Fleksibel unsur1 + unsur2 +… + P ※ Meskipun urutannya berbeda-beda, kalimat 1 ~ 6 artinya sama, yaitu "Dewi makan bakso di warung". 2. Penentuan Unsur Kata Benda dalam Kalimat ☆Bahasa Indonesia Struktur Urutan KB1S + KKP + KB2O *KB=kata benda, KK=kata kerja Penjelasan Unsur kata bend seperti subjek dan objek ditentukan oleh urutan kata dalam kalimat. Contoh Bahasa Indonesia KB1S + KKP + KB2O ☆Bahasa Jepang Struktur Partikel [KB1 + Partikel] [KB2 + Partikel] […] + Predikat Penjelasan Unsur kata benda ditentukan oleh “partikel sejenis kata bantu” seperti ga, wa, o, dan lain-lain, dan tidak ditentukan oleh urutan kata dalam kalimat. Fungsi partikel dalam bahasa Jepang mirip "kata depan" dalam bhs Indonesia. Namun, justru partikel dalam bahasa Jepang merupakan "kata belakang" yang dapat menunjukkan subjek dan objek juga. Contoh Bahasa Jepang [KB1 + Partikel] [KB2 + Partikel] […] + KKPredikat atau Kalimat 1 dan 2 artinya sama, yaitu “Dewi makan bakso” meski pun urutan kata kalimat 1 dan 2 berbeda. Unsur seperti subjek dan objek ditentukan oleh partikel. Dalam contoh kalimat di atas, partikel “wa” menunjukkan subjek atau topik, sedangkan partikel “o” menunjukkan objek. Partikel-lah menentukan jenis unsur kata benda dalam kalimat bahasa Jepang. nanti kita pelajari setiap partikel 3. Kata yang menerangkan dan diterangkan ☆Bahasa Indonesia Sistem Diterangkan / Menerangkan Urutan kata Penjelasan Kata yang Diterangkan diletakkan di depan kata yang Menerangkan. Contoh bunga merah bunga ← merahorang Indonesia orang ← Indonesiamasakan Jepang masakan ← Jepang ☆Bahasa Jepang Sistem Urutan kata Penjelasan Kata yang Menerangkan diletakkan di depan kata yang Diterangkan. Urutannya kebalik dari bahasa Indonesia. Contoh akai hana akai → hana *akai=merah, hana=bungaIndonesia jin Indonesia → jin * jin=orangNihon ryoori Nihon → ryoori * ryoori=masakan Perbandingan MD vs DM 4. Perubahan Bentuk Kata Kerja ☆Bahasa Indonesia Prefiks awalan dan Sufiks akhiran Imbuhan seperti me-, ber-, di, kan, dsb diletakkan di awal dan akhir kata kerja untuk menentukan fungsi kata kerja tersebut. ☆Bahasa Jepang Konjugasi dan Kata Kerja Bantu Berbagai perubahan bentuk kata kerja terjadi pada bagian akhir kata kerja untuk menunjukkan situasi dan kondisi seperti waktu, positif-negatif, aspek, perasaan pembicara, halus-biasa, dll. contoh ※ini hanya contoh. kali ini tidak usah paham perubahaannya. nanti kita akan pelajari. Dewi wa hashiru. “hashiru = berlari”Dewi berlari. Dewi wa hashiri-masu. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashiri-masu”Dewi berlari. halus dan positif Dewi wa hashiri-masen. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashiri-masen”Dewi tidak berlari. halus dan negatif Dewi wa hashitta. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashitta”Dewi berlari. lampau Dewi wa hashiri-mashita. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashiri-mashita”Dewi berlari. halus, lampau Dewi wa hashi-reru. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashi-reru”Dewi dapat berlari. potensial Dewi wa hashi-re-nai. kata kerja “hashiru” diubah menjadi “hashi-re-nai”Dewi tidak dapat berlari. potensial, negatif dan lain-lain. 5. Perubahan Bentuk Kata Sifat ☆Bahasa Indonesia Tidak terdapat. ☆Bahasa Jepang Perubahan bentuk kata sifat terjadi untuk menunjukkan positif-negatif, waktu, halus-biasa dll. Contoh ※ini hanya contoh. kali ini tidak usah paham perubahaannya. nanti kita akan pelajari. Kyoo wa atsu-i. atsu-i = panas kyoo hari iniHari ini panas. Kyoo wa atsu-ku nai. kata sifat “atsu-i” diubah menjadi “atsu-ku nai”Hari ini tidak panas. negatif Kinoo wa atsu-katta. kata sifat “atsu-i” diubah menjadi “atsu-katta” kinoo kemarinKemarin panas. lampau dan lain-lain. 6. Ragam Bahasa ☆Bahasa Indonesia Terbatas formal, nonformal ☆Bahasa Jepang Bahasa Jepang memiliki ragam bahasa, yaitu bahasa halus, biasa, dan hormat. Ketiga bentuk tersebut digunakan sesuai situasi dalam setiap percakapan dan penulisan. Nanti kita pelajar semua.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia dan Jepang menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1958. Keduanya adalah dua negara Asia yang memiliki hubungan sejarah, ekonomi, dan politik. Kedua negara mengalami masa sulit dalam Perang Dunia II ketika Hindia Belanda saat itu diduduki oleh Tentara Kekaisaran Jepang selama tiga setengah tahun. [1] Jepang adalah mitra dagang utama Indonesia. Jepang merupakan mitra ekspor terbesar Indonesia dan juga merupakan donor utama bantuan pembangunan ke Indonesia melalui Japan International Cooperation Agency. Indonesia adalah pemasok penting sumber daya alam seperti gas alam cair ke Jepang. Kedua negara tersebut merupakan anggota G20 dan APEC. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar ekspatriat Jepang sedangkan di Jepang terdapat sekitar warga negara Indonesia yang bekerja dan mengikuti memiliki kedutaan besar di Tokyo dan konsulat di Osaka. Jepang memiliki kedutaan besar di Jakarta, Konsulat Jenderal di Surabaya, dan Konsulat di Medan, Denpasar, Polling BBC World Service 2014, 70% orang Indonesia memandang pengaruh Jepang secara positif, dengan 14% menyatakan pandangan negatif, menjadikan Indonesia salah satu negara paling pro-Jepang di banyak kesamaan budaya antara budaya kuno Indonesia dan Jepang. Misalnya, kuil Bali dan kuil Jepang 1 Matsuri festival Jepang sangat mirip dengan Indonesia Bali sehingga orang dapat bertanya-tanya apakah salah satunya tidak ditiru dari yang lain. Selama kremasi di Bali, jenazah diangkut di kuil portabel, mirip dengan cara orang Jepang membawa mikoshi mereka. Pemakaman di Bali sangat menyenangkan dan orang-orang mengayunkan kuil portabel di jalan-jalan dan membuat suara keras untuk menakut-nakuti roh jahat. 2. Rumah Jepang dan Bali memiliki dinding yang mengelilinginya, awalnya dimaksudkan untuk mencegah roh jahat menembus Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama nama depan sering memilih kata-kata yang melambangkan arti yang baik, sebagai doa agar anak menjadi jalan hidup yang Senioritas sangat penting dalam segala bidang baik di Jepang maupun di IndonesiaSelain itu, Di Jepang, Anda harus melepas sepatu Anda sebelum masuk ke rumah Anda atau rumah teman Anda dan di sini di Indonesia, kami juga melakukan budaya yang sama. Jika Anda datang ke rumah Indonesia mana pun di negara ini, Anda diharapkan melepas sepatu Anda dan masuk ke rumah dengan sepatu Anda dianggap tidak sopan di Jepang, ketika mereka tidak setuju dengan Anda, mereka cenderung tidak akan mengatakannya di depan Anda. Kami juga melakukan hal yang sama di sini di Indonesia. Jika kami tidak setuju dengan Anda, kami juga tidak akan mengatakannya di depan Anda. Katakanlah Anda mencoba meminta seorang gadis Indonesia untuk pergi keluar dan dia tidak menginginkannya, dia tidak akan mengatakan tidak di depan Anda tetapi dia akan berkata "Saya lagi sibuk atau mungkin lain kali". Orang Jepang menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat dengan membungkuk dan orang Indonesia juga menggunakan isyarat untuk menunjukkan rasa hormat tetapi kami tidak membungkuk seperti orang Jepang untuk menunjukkan rasa hormat beberapa kesamaan budaya. Saya bisa menyebutkan beberapa kesamaan antara Jawa, sebagai bagian dari Indonesia dan Keduanya adalah orang Mongoloid Asia. Ini bukan kesamaan budaya, keduanya bisa menjelaskan kesamaan di kedua Kedua orang tersebut dikenal karena Kedua orang itu agak Kedua budaya menghindari konfrontasi, keduanya berusaha menjaga keharmonisan, dan menghindari orang lain kehilangan Kedua bahasa tersebut, yaitu bahasa Jawa dan Jepang, menggunakan sebutan kehormatan dan bahasa Kedua budaya itu Beras memainkan peran penting dalam kedua budaya Kedua negara itu adalah Orang Jawa adalah orang Austronesia, sedangkan orang Jepang mungkin memiliki populasi substrat Austronesia. Ada beberapa kata pinjaman Austronesia dalam bahasa Jepang. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
persamaan bahasa indonesia dan jepang